
Kare, Madiun – Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Setelah berhasil meraih predikat Program Kampung Iklim (Proklim) Utama pada tahun 2021, Dusun Seweru kini bersiap melangkah menuju Proklim Lestari pada tahun 2026.
Keberhasilan Dusun Seweru dalam mengembangkan berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadikan wilayah ini sebagai lokasi pembelajaran bagi desa dan kelurahan lain di Kabupaten Madiun. Berbagai inovasi lingkungan yang telah dijalankan secara berkelanjutan menjadi modal penting dalam proses menuju kategori Proklim Lestari.
Sebagai bentuk pengembangan dan replikasi program, Dusun Seweru Desa Kare telah membina sejumlah lokasi yang menerapkan kegiatan serupa. Lokasi binaan tersebut meliputi:
Dusun Kandangan, Desa Kare
Dusun Kare, Desa Kare
Dusun Gondosuli, Desa Kare
Dusun Klitik, Desa Klitik
Dusun Mojorejo, Desa Klitik
Dusun Kepak, Desa Morang
Dusun Slaji, Desa Randualas
Dusun Kuwiran, Desa Kuwiran
Dusun Menangsari, Desa Kuwiran
Dusun Giringan, Desa Kepel
RW 02, Kelurahan Munggut
Melalui kegiatan pendampingan, berbagi pengalaman, dan transfer pengetahuan, Dusun Seweru berupaya memperluas dampak positif Program Kampung Iklim ke berbagai wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Selain dikenal sebagai lokasi Proklim, Dusun Seweru juga memiliki sejumlah potensi unggulan yang menjadi identitas atau branding kawasan. Dusun ini mengembangkan konsep Pendakian Eco Tourism Gunung Wilis yang mengedepankan wisata berbasis lingkungan. Potensi lainnya antara lain Sekarwilis Resto, pengembangan kopi lokal, peternakan domba, serta Bangsal Herbal yang menjadi sarana edukasi lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Dalam perjalanan menuju Proklim Lestari, Dusun Seweru juga memperoleh dukungan, pembinaan, dan pendampingan secara berkelanjutan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, verifikasi lapangan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pembinaan administrasi dan dokumentasi kegiatan Proklim, DLH Kabupaten Madiun terus berperan aktif dalam memastikan program berjalan sesuai dengan indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, kelompok Proklim, serta DLH Kabupaten Madiun menjadi faktor penting dalam memperkuat kelembagaan lingkungan dan memperluas manfaat program bagi masyarakat. Dukungan tersebut juga mendorong tumbuhnya inovasi-inovasi baru yang mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
Kepala Desa Kare, Sunarno, menyampaikan bahwa pencapaian menuju Proklim Lestari merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang selama ini aktif menjaga lingkungan dan mengembangkan berbagai inovasi berbasis kearifan lokal.
“Keberhasilan Proklim bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat mampu menjaga keberlanjutan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Dengan dukungan dan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, kami optimistis Dusun Seweru siap menuju Proklim Lestari tahun 2026,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah desa, kelompok masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, serta berbagai pihak terkait lainnya, Desa Kare optimis bahwa Dusun Seweru akan mampu memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan dan menjadi salah satu contoh keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kabupaten Madiun maupun tingkat nasional. Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan menjadi modal utama dalam mewujudkan Dusun Seweru sebagai Kampung Iklim Lestari yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

