Desa Kare – Suasana sakral dan penuh kegembiraan terpancar pada pelaksanaan tradisi Bersih Desa Dusun Kare yang digelar pada Sabtu, 05 Juli 2025. Rangkaian kegiatan bersih desa diawali dengan kenduri atau selametan di Sendang Kare, sumber mata air utama Desa Kare, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit pada siang dan malam hari yang menyedot perhatian ratusan warga.

Sejak pagi, pelataran Sendang Kare telah dipenuhi warga Dusun Kare yang membawa berbagai macam tumpeng, hasil bumi, serta jajanan tradisional. Kenduri atau selametan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, dipimpin oleh sesepuh desa dengan pembacaan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh warga.

Kepala Desa Kare, Sunarno, beserta perangkat desa juga turut hadir dan duduk bersama warga, menambah keakraban dalam kegiatan sakral tersebut. Setelah kenduri selesai, warga menikmati hidangan bersama di bawah rindangnya pepohonan sekitar sendang dengan suasana hangat, penuh kekeluargaan dan gotong royong. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit pada siang hari dengan lakon “Tumurune Wahyu Makutoromo” yang dibawakan oleh Ki Dalang Sugeng atau Sogleng dari Magetan. Alunan gamelan, tembang sinden, dan kepiawaian dalang memikat perhatian penonton yang hadir dari berbagai dusun dan desa sekitar.

Tidak berhenti di situ, puncak perayaan bersih desa digelar pada malam harinya dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang mengambil lakon “Semar Bangun Kayangan”. Pertunjukan wayang malam tersebut berlangsung megah dengan panggung terbuka di depan rumah bapak Kepala Dusun Kare yaitu Bapak Eko Sudarmanto.
Pagelaran wayang ini juga semakin semarak dengan hadirnya dagelan khas Jawa dari Bapak Winarto yang berperan sebagai Bagong. Canda tawa dan humor segar dari dagelan membuat penonton terhibur dan larut dalam suasana kebersamaan hingga dini hari.

Bagi masyarakat Dusun Kare, bersih desa memiliki makna mendalam sebagai sarana untuk membersihkan diri, lingkungan, serta hati dan pikiran, agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat melestarikan kesenian wayang kulit sebagai warisan budaya leluhur agar tetap dicintai generasi muda Desa Kare.

Acara bersih desa tahun ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga Desa Kare. Semoga dengan adanya tradisi bersih desa ini, rasa syukur dan persaudaraan warga semakin erat, dan Desa Kare senantiasa diberkahi ketenteraman serta kesejahteraan.

