Desa Kare — Tradisi sakral yang penuh makna kembali dilaksanakan oleh warga Dusun Seweru, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Pada Selasa, 15 Juli 2025, warga bersama Pemerintah Desa menggelar Bersih Desa sebagai wujud rasa syukur atas berkah dan keselamatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus upaya menjaga kelestarian adat dan budaya warisan leluhur.
Rangkaian Bersih Desa Dusun Seweru dimulai pada sore hari dengan kegiatan kenduri atau selametan yang dilaksanakan secara gotong royong. Warga berkumpul di pelataran balai dusun, membawa tumpeng, hasil bumi, serta aneka sajian tradisional untuk didoakan bersama. Kepala Desa Kare beserta perangkat desa turut hadir, duduk bersama warga dengan suasana penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kare, Sunarno, menyampaikan bahwa Bersih Desa tidak hanya sebatas tradisi, tetapi juga sebagai pengingat agar warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, kerukunan hidup bermasyarakat, dan rasa syukur atas segala nikmat yang diterima.
Setelah kenduri selesai, warga bersama-sama mempersiapkan pementasan wayang kulit semalam suntuk yang menjadi puncak acara Bersih Desa Dusun Seweru. Pagelaran wayang ini digelar di area terbuka dusun dengan panggung sederhana, namun megah dan sarat nuansa tradisional.
Malam harinya, suasana Dusun Seweru berubah meriah. Ratusan warga memadati area pertunjukan untuk menyaksikan wayang kulit dengan lakon “Tumurune Wahyu Katentreman” yang dibawakan oleh Ki Bari Bawono, dalang kondang yang terkenal akan kepiawaiannya menghidupkan tokoh wayang dengan tutur cerita mendalam.

Pagelaran wayang semakin istimewa dengan hadirnya bintang tamu Campursari Ringkes, Mamik Slank, serta Gareng Yonthit dari Sragen, yang menambah kemeriahan dengan lawakan segar dan penampilan musik campursari yang memikat. Penonton larut dalam alunan gamelan dan tembang-tembang jawa yang syahdu, diiringi karawitan Laras Iromo yang semakin menghidupkan suasana malam penuh budaya tersebut.
Selain menjadi hiburan rakyat, pertunjukan wayang kulit juga sarat nilai-nilai moral dan nasihat kehidupan. Melalui lakon “Tumurune Wahyu Katentreman”, warga diajak merenungi pentingnya hidup rukun, damai, serta saling membantu satu sama lain demi menjaga keharmonisan kampung halaman.

Acara Bersih Desa Dusun Seweru pun menjadi momentum bagi warga untuk saling bersilaturahmi, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda agar tetap lestari dan tidak punah tergerus zaman.
Tradisi Bersih Desa Dusun Seweru malam itu ditutup dengan doa bersama, berharap Desa Kare, khususnya Dusun Seweru, senantiasa diberi keberkahan, ketentraman, serta kesejahteraan yang berlimpah.

