Kare, Senin 29 Juli 2024. Memasuki bulan Suro/Muharam dalam kalender jawa, warga desa kare kecamatan kare menyelenggarakan tradisi bersih desa, ini merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan setiap taunnya. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari mengadakan kenduri, Mengirim sesaji yang di peruntukkan untuk menghormati adat istiadat leluhur dan menggelar tradisi jawa seperti pertunjukkan pagelaran wayang kulit. Kegiatan bersih desa ini bertujuan sebagai ajang untuk mengungkapkan syukur kepada tuhan atas hasil panen / hasil bumi yang didapat dan kegiatan bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan dari hal – hal negatif dalam kehidupan sehari – hari serta untuk menghormati adat istiadat ajaran leluhur.
Di Desa Kare Kecamatan Kare, warga masyarakat bersama perangkat Desa mengadakan ritual bersih desa, kegiatan bersih desa ini diadakan pelataran sendang kare pada pagi hari yang diikuti oleh seluruh perangkat desa dan masyarakat desa kare, kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, sambutan – sambutan dari tokoh masyarakat, doa dan pembagian ambeng (nasi berkat). Setelah melakukan kegiatan selamatan/kenduri, pada siangnya dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang kulit di pelataran sendang kare dengan lakon Wahyu Makutoromo, yang didalangi oleh Ki Gendeng Widodo dari Magetan.

Setelah kegiatan kenduri, malamnya warga desa kare kecamatan kare mengadakan acara pagelaran wayang kulit sedalu tatas/semalam suntuk, yang bertempat di depan rumah Kepala Dusun Kare, dalam acara pagelaran wayang kulit tersebut dengan lakon “Pandowo Bangun Pasar” yang di dalangi oleh Ki Gendeng Widodo dari Magetan. Yang turut dimeriahkan oleh Dalang Cilik : Arya Kenzie Azam dan Erlang Al Ghifari, Serta Dagelan Mio dan Menik.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perangkat desa seperti, Bapak Kepala Desa, Bapak Kepala Dusun, RT/RW, BABINSA, Polsek setempat dan warga desa kare dengan sangat antusias. Dalam acara tersebut, kegiatan pertama di awali dengan acara Istighosah dan doa bersama, Kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit oleh dalang cilik, pagelaran wayang kulit oleh Ki Gendeng Widodo, kemudian dilanjutkan hiburan dagelan Mio dan Menik, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit oleh Ki Gendeng dari jam 12 malam hingga menjelang pagi.


