Semarak Karnaval Kemerdekaan Desa Kare: “Bumi Lestari Budaya Abadi”

Kare, 21 Agustus 2025 – Suasana Desa Kare dipenuhi keceriaan dan semangat nasionalisme pada Kamis sore, 21 Agustus 2025. Ratusan peserta dan juga warga tumpah ruah menyemarakkan karnaval kemerdekaan yang tahun ini mengusung tema “Bumi Lestari Budaya Abadi.” Karnaval ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80 sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-457.

Tepat pukul 13.00 WIB, karnaval resmi diberangkatkan oleh Kepala Desa Kare, Bapak Sunarno, dari garis start di Jalan Gemarang Gempol Etan. Suasana semakin meriah ketika barisan peserta dengan kostum warna-warni, kendaraan hias, hingga atraksi seni tradisional bergerak melewati rute yang berakhir di depan Pasar Gondosuli. Sorak sorai penonton di kiri-kanan jalan menambah semangat para peserta untuk tampil dengan penuh percaya diri.


Tema “Bumi Lestari Budaya Abadi” diangkat sebagai pesan moral bagi seluruh warga, khususnya generasi muda, bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya sebatas pesta rakyat, tetapi juga momentum untuk menanamkan kesadaran menjaga kelestarian alam serta melestarikan budaya lokal. Bumi Lestari mencerminkan ajakan untuk merawat lingkungan hidup agar tetap hijau, bersih, dan berkelanjutan, salah satunya dengan kreativitas penggunaan bahan ramah lingkungan dalam kostum dan kendaraan hias. Sedangkan Budaya Abadi menjadi simbol kebanggaan masyarakat Desa Kare dalam menjaga, melestarikan, dan meneruskan warisan budaya seperti Reog dan Dongkrek agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Karnaval tahun ini terasa begitu istimewa karena diikuti oleh 17 kelompok peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari PAUD dan TK, SD, hingga SLTP, serta kategori umum. Barisan peserta menampilkan keunikan masing-masing. TK Desa Kare, TK ABA, dan TK PGRI tampil dengan kostum ceria yang sarat kreativitas. SDN Kare 01 dan SDN Kare 02 membawa keceriaan dunia anak-anak yang penuh semangat nasionalisme. Sementara itu, MTsN 9 Madiun hadir dengan penampilan yang rapi dan kompak.

Tak kalah menarik, kelompok umum juga menyajikan pertunjukan yang memukau. Atraksi Reog Singo Mudho Manunggal dan Dongkrek Enggal Budoyo berhasil mencuri perhatian penonton dengan irama musik tradisional yang menggetarkan hati. Perguruan pencak silat seperti Setia Hati Tunas Muda Winongo, Persaudaraan Setia Hati Terate, dan Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas tampil gagah dengan formasi barisan yang disiplin. Berbagai komunitas dan organisasi desa seperti TP PKK, Rukun Warga, Karang Taruna BAPASA, Karang Taruna “Restu Bumi,” hingga Sekawan Community turut menambah semarak acara.

Dewan juri yang terdiri dari Muspika Kecamatan Kare menilai setiap penampilan berdasarkan tujuh kriteria, mulai dari kesesuaian tema, kreativitas, keunikan budaya lokal, kekompakan, estetika visual, interaksi dengan penonton, hingga ketertiban barisan. Penilaian berlangsung ketat, karena hampir semua peserta tampil maksimal dengan ide-ide segar dan penuh inovasi, termasuk penggunaan bahan ramah lingkungan yang selaras dengan tema utama.

Setelah seluruh peserta menuntaskan aksinya, tibalah saat yang paling ditunggu, yaitu pengumuman pemenang. Sorak gembira pecah ketika hasil lomba dibacakan. Untuk kategori PAUD/TK sederajat, juara pertama diraih oleh TK ABA, disusul TK Desa Kare sebagai juara dua, dan TK PGRI 1 Kare di posisi ketiga. Pada kategori SD sederajat, SDN Kare 01 berhasil menyabet juara pertama, sedangkan juara kedua ditempati SDN Kare 02.

Kategori SLTP dan SLTA sederajat menempatkan MTsN 9 Madiun sebagai juara satu. Sementara itu, kategori umum berlangsung paling sengit. Rukun Warga 02 berhasil keluar sebagai juara pertama, Sekawan Community menempati posisi kedua, dan Persaudaraan Setia Hati Terate meraih juara ketiga. Dua penghargaan juara harapan juga diberikan kepada Karang Taruna BAPASA dan Rukun Warga 03.

Kemeriahan karnaval tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang menjaga kelestarian alam sekaligus merawat budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Kreativitas dalam kostum, iringan musik tradisional, hingga atraksi budaya membuktikan bahwa semangat gotong royong masyarakat Desa Kare tetap hidup dan mengakar kuat.

Dengan penuh kegembiraan, karnaval kemerdekaan Desa Kare tahun 2025 pun berakhir dengan sukses. Warga pulang dengan hati riang, membawa semangat kebersamaan dan cinta tanah air yang akan terus terpatri.

Previous Desa Kare Terima Bantuan Mobil Siaga, Wujud Kepedulian Pemkab Madiun untuk Layanan Kesehatan Masyarakat

Leave Your Comment

Desa Kare adalah salah satu Desa yang berada di Kecamatan Kare Kabupaten Madiun yang berada dilereng Gunung Wilis. Desa Kare terletak pada ketingian antara 64 meter sampai dengan 426 meter diatas permukaan laut,semua wilayahnya bertopografi bukit dan sungai.

Berita & Update Desa Kare

Berita, artikel dan program terbaru dari Desa Kare, langsung dikirim ke email Anda setiap bulan.

Coprights © 2022 Desa Kare. All Rights Reserved.