Pemerintah Desa Kare bersama tujuh desa lainnya se-Kecamatan Kare mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 05–06 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh 8 desa se-Kecamatan Kare sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur desa agar mampu menjawab tantangan pemerintahan desa yang semakin kompleks di era digital dan keterbukaan informasi.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat pemahaman regulasi, tetapi juga untuk membangun pola pikir aparatur desa yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pemerintah Desa Kare memandang kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi antardesa dalam mendukung pembangunan wilayah Kecamatan Kare secara berkelanjutan.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan Bimtek dilaksanakan di Hotel D Senopati, Yogyakarta. Peserta mendapatkan materi langsung dari Bupati Madiun, Bapak H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., yang menekankan pentingnya peran strategis desa sebagai ujung tombak pemerintahan dan pembangunan. Dalam arahannya, Bupati Madiun mendorong pemerintah desa untuk terus berinovasi, menjaga integritas, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan desa.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, M.H., yang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten. Wakil Bupati juga mengajak aparatur desa untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana peningkatan efektivitas pelayanan.

Selain itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun turut memberikan pemaparan mengenai kebijakan dan arah pembangunan desa, termasuk penguatan kelembagaan desa, tata kelola administrasi pemerintahan, serta optimalisasi peran desa dalam mendukung program pembangunan daerah. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman dan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik pemerintahan desa sehari-hari.
Memasuki hari kedua, kegiatan Bimbingan Teknis dilanjutkan dengan pembelajaran lingkungan alam melalui Lava Tour Merapi. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk melihat kondisi kawasan Gunung Merapi pasca erupsi, sekaligus memahami dampak bencana terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat sekitar.

Melalui Lava Tour Merapi, peserta memperoleh wawasan mengenai mitigasi bencana, penataan wilayah rawan bencana, serta strategi membangun desa yang tangguh dan siap menghadapi risiko kebencanaan. Pembelajaran berbasis pengalaman ini diharapkan mampu memperkaya perspektif aparatur desa dalam merancang kebijakan pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah Desa Kare menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Diharapkan, seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama Bimbingan Teknis dapat diimplementasikan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan desa, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta penguatan ketahanan desa terhadap berbagai tantangan di masa depan.

